Memulai hobi kayu (woodworking), proyek pertama membuat kabinet

Pertanyaan pertama yang sering muncul bagaimana cara memulai woodworking, perkakas apa saja yang harus dimiliki, proyek apa kira-kira yang tidak terlalu rumit untuk pemula? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sering keluar dari orang yang mulai senang tentang woodworking atau kerja kayu atau hobi kayu, atau istiah lain, silakan sebutkan.

Menurut yang pernah saya alami, sebetulnya tidak terlalu rumit bagaimana memulainya. Awal sata menyukai woodworking dimulai saat istri saya meminta dibuatkan kabinet untuk menyimpan barang-barang yang berantakan, yang didominasi oleh mainan anak saya dan mainan saya sendiri hehe... Ya dulu saya senang elektronika walaupun tidak ahli, hanya sekedar senang saja. Alhasil saat itu, mainan saya berupa komponen elektronika dan perkakas sederhana berantakan tidak karuan.

Mendapat permintaan dari istri saya, sayapun merasa tertantang dan mulai corat-coret mendesain (kayak yang ahli saja, ada proses desain segala hehe)... Ya, ini nggak becanda, desain sesederhana apapun perlu dibuat untuk memudahkan proses selanjutnya.

Kemudian setelah selesai proses desain, sayapun bingung, dengan apa saya melakukannya, padahal perkakaspun tidak punya. Jika saya membeli perkakas mesin perkayuan atau power tool semisal circular saw, jig saw, atau bahkan table saw, duuuhhh... belum ada dana yang memadai untuk semua itu.

Karena keterbatasan dana, akhirnya sayapun mulai memikirkan cara pembuatan kabinet yang dipesan istri saya tersebut. Dan keluarlah daftar atau list perkakas dan bahan apa saja yang diperlukan. Berikut daftar perkakas dan bahan yang saya perlukan untuk mengeksekusi proyek tersebut (ce ileh... proyek segala, kayak yang gedean aja hehehe..)

Bahan-bahan:

  • Tripleks atau multipleks atau plywood (terserah nyebutnya apa) tebal 15mm dua lembar dan 5mm satu lembar
  • Lem kayu satu plastik setengah kiloan
  • paku 3cm 1kg
  • Engsel sendok
  • Tarikan pintu
Perkakas:
  • Gergaji tangan
  • Palu
  • Pensil
  • Penggaris stainless steel panjang 60cm
  • Meteran 3m
  • Siku
Ya, dengan bahan dan perkakas seperti di atas, saya mulai mengerjakan pesanan istri saya. Dengan meteran, pensil dan penggaris stainless steel 60cm tadi, saya mulai membagi-bagi kayu sesuai dengan pola yang sudah didesain di awal, cukup memudahkan dengan menyiapkan desain terlebih dahulu. Dengan bantuan desain tadi, saya memiliki cutting list (daftar potong) dari bahan tripleks yang diperlukan, serta bisa membuat layout atau pola potogan sehingga setiap lembaran tripleks bisa optimal, memperkecil peluang terbuangnya tripleks karena ukuran terlalu kecil.

Setelah garis-garis dibuat, proses pemotonganpun dimulai, dengan menggunakan gergaji tangan. Jangan harap hasilnya bagus, karena ini proyek pertama, hasil potongan awalpun belak-belok nggak karuan, hehehe. Tapi tidak apalah, namanya juga learning by doing, nanti bakal ada perkembangan skill, begitu pikir saya saat itu.

Semakin lama, saya semakin nyaman menggunakan gergaji tangan, irama potong mulai terasa, trik-trik agar potongan lurus mulai ditemukan sejalan dengan berbagai kegagalan yang dialami. Oh ya, saya akhirnya membeli lagi selembar tripleks 15mm karena yang pertama dibeli, menjadi korban kegagalan potong hehehe...

Setelah semua potongan selesai, proses perakitanpun dimulai, agak bingung awalnya, bagaimana memegang lembaran-lembaran tripleks agar diam saat di dilem dan dipaku... hmmmm mikir....
Biarlah, lem, tempel, paku... Trial and error :D

Akhirnya terbentuk juga. Fisihing? Nggak pusing, langsung cat kayu yang ada dijual di toko dekat rumah.

Dan jadilah, proyek pertamaku. Sayang sekali, proses pengerjaan tidak sempat diabadikan dengan kamera, karena fokus dengan pengerjaan. Maklum proyek perdana hehe.












Comments

Post a Comment

Komentar dan saran sangat berguna untuk meningkatkan blog ini.